Silsilah Akidah 4: Kasyfusy Syubhat - Bantahan terhadap Syubhat-syubhat Liar tentang Tauhid

Apa yang akan kamu dapatkan?

32 Video   
1 Kuis   
1 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Pengajar

Beliau adalah penyusun poin pembahasan dari ebook ini, sekaligus juga sebagai pemateri di video-video pembelajaran ini. Beliau adalah murid dekat dari Syekh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan حفظه الله (Anggota Ulama Besar Arab Saudi), Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy رحمه الله, dan beberapa ulama besar lainnya di Timur Tengah. Selain mengajar di Ma’had As-Sunnah Makassar, beliau juga runtin mengisi kajian di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri, seperti di Malaysia, Jepang, dan Korea. Saat ini beliau dimanahi sebagai pembina beberapa pondok pesantren dan lembaga dakwah, baik yang berada di Sulawesi Selatan maupun yang berada di Jawa. Pada tahun 2021 beliau resmi diangkat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan.

Deskripsi

Buku Kasyfusy Syubhat membahas pentingnya tauhid dan menyingkap berbagai syubhat (keraguan) yang sering dilontarkan oleh para penentang tauhid. Dimulai dengan penjelasan makna tauhid yang diserukan para rasul, buku ini menegaskan hakikat Lâ Ilâha Illallâh sebagai inti ajaran Islam. Penulis juga menjelaskan faedah memahami tauhid dan bahaya kesyirikan, serta tantangan yang dihadapi oleh para penyeru tauhid.

Buku ini secara rinci membantah 15 (lima belas) syubhat seputar tauhid, seperti kesalahpahaman tentang syafaat, tawasul, dan kesyirikan orang-orang terdahulu versus modern. Setiap syubhat dijawab dengan dalil-dalil yang kuat dan penjelasan yang sistematis. 

Buku ini adalah buku ke-9 dari 10 Kitab yang dikumpulkan dalam pelajaran Silsilah Aqidah yang Menyelamatkan dari Api Neraka di Kuliah Mafatihul Ilm.

Detail Buku:
Penulis : Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhâb rahimahullah
Jumlah halaman : 88

Apa yang Anda dapatkan?
1. Ebook Silsilah Aqidah 1: Tsalatsatul Ushul
2. Video materi yang menjelaskan secara detail tentang poin-poin pembahasan di ebook ini yang bertabur dengan faedah-faedah indah dari Al-Quran, Sunnah, dan pelajaran berharga dari para salaf yang ada di pembahasan kitab Tsalatsatul Ushul ini.
3. Sertifikat saat Anda telah mengikuti seluruh video Penjelasan Al-Tsalatsatul Ushul dari awal hingga akhir dan telah menyelesaikan ujian.

Konten

Pendahuluan

E-Book Diktat Kasyfusy Syubhat
Pendahuluan 1 (Durasi 45:15)
Pendahuluan 2 (Durasi 40:50)

Makna Tauhid yang Diserukan oleh Para Rasul

Makna Tauhid yang Diserukan oleh Para Rasul [1] (Durasi 38:18)
Makna Tauhid yang Diserukan oleh Para Rasul [2] (Durasi 32:59)
Makna Tauhid yang Diserukan oleh Para Rasul [3] (Durasi 41:59)
Makna Tauhid yang Diserukan oleh Para Rasul [4] (Durasi 22:09)

Hakikat Tauhid

Hakikat Tauhid Itulah Makna Laa Ilaha Illallah (Durasi 27:06)

Beberapa Faedah Mengenal Tauhid dan Kesyirikan

Beberapa Faedah Mengenal Tauhid dan Kesyirikan [1] (Durasi 34:30)
Beberapa Faedah Mengenal Tauhid dan Kesyirikan [2] (Durasi 56:36)

Setiap Orang yang Menyeru kepada Tauhid akan Mendapat Musuh-Musuh

Setiap Orang yang Menyeru kepada Tauhid akan Mendapat Musuh-Musuh [1] (Durasi 36:52)
Setiap Orang yang Menyeru kepada Tauhid akan Mendapat Musuh-Musuh [2] (Durasi 32:09)

Dua Jalan dalam Menjawab Syubhat Pengikut Kebatilan

Dua Jalan dalam Menjawab Syubhat Pengikut Kebatilan [1] (Durasi 42:33)
Dua Jalan dalam Menjawab Syubhat Pengikut Kebatilan [2] ()Durasi 31:43

Rincian Sebagian Syubhat Beserta Jawabannya

Syubhat Pertama: Apa-apa yang Mereka Lakukan bukanlah Kesyirikan! (Durasi 20:41)
Syubhat Kedua: Ayat-ayat yang Mengandung Celaan terhadap Kaum Musyrikin hanya Berlaku bagi Penyembah Berhala​ (Durasi 19:10)
Syubhat Ketiga: Meminta Syafaat dari Para Wali Bukanlah Kesyirikan​ (durasi 9:04)
Syubhat Keempat: Berdoa Kepada Orang-orang Shalih Bukanlah Ibadah​ (durasi 21:26)
Syubhat Kelima: Pengingkaran terhadap “Meminta Syafaat dari Para Wali” Berarti Mengingkari Syafaat Itu Sendiri (Durasi 21:08)
Syubhat Keenam: Rasulullah telah Diberi Syafaat maka Syafaat Itu Diminta dari Beliau (Durasi 15:41)
Syubhat Ketujuh: Mengarah kepada Orang-orang Shalih bukanlah Kesyirikan (Durasi 7:40)
Syubhat Kedelapan: Kesyirikan adalah Beribadah kepada Berhala, Sedangkan Kami tidaklah Beribadah kepada Berhala-berhala (Durasi 20:09)
Syubhat Kesembilan: Orang-orang Musyrik tidak Kafir karena Berdoa kepada Malaikat dan para Nabi, namun Mereka Kafir karena Berkata bahwa Malaikat adalah Anak Perempuan Allah. (Durasi 18:13)
Penjelasan bahwa Kesyirikan Orang Terdahulu Lebih Ringan daripada Kesyirikan Orang Belakangan (Durasi 49:33)
Syubhat Kesepuluh [1]: Sangkaan Mereka bahwa Mereka Mengakui Dua Kalimat Syahadat, sedangkan Kaum Musyrikin tidak Demikian (Durasi 32:13)
Syubhat Kesepuluh [2]: Sangkaan Mereka bahwa Mereka Mengakui Dua Kalimat Syahadat, sedangkan Kaum Musyrikin tidak Demikian (Durasi 32:07)
Syubhat Kesepuluh [3]: Sangkaan Mereka bahwa Mereka Mengakui Dua Kalimat Syahadat, sedangkan Kaum Musyrikin tidak Demikian (Durasi 26:42)
Syubhat Kesebelas: Kisah Dzatu Anwath dan Bani Israil yang Mereka Jadikan Pembenaran​ (Durasi 36:56)
Syubhat Kedua Belas: Menggunakan Kisah Usamah Bin Zaid Sebagai Argumen​ (Durasi 36:07)
Syubhat Ketiga Belas: Istighatsah kepada selain Allah Bukanlah Kesyirikan berdasar pada Istighatsah kepada Nabi pada Hari Kiamat (Durasi 18:39)
Syubhat Keempat Belas: Kisah Nabi Ibrahim dan Jibril Dijadikan Dalil Pembenaran​ (Durasi 12:09)
Penutup Seputar Rukun-Rukun Tauhid (Durasi 12:39)
Syubhat Kelima Belas: Udzur Bagi Orang Yang Tidak Memahami/Meninggalkan Tauhid​ (Durasi 41:52)

UJian Akhir Materi

Kasyfusy Syubhat

Lihat Detail

Pemateri

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Pengajar

Beliau adalah penyusun poin pembahasan dari ebook ini, sekaligus juga sebagai pemateri di video-video pembelajaran ini. Beliau adalah murid dekat dari Syekh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan حفظه الله (Anggota Ulama Besar Arab Saudi), Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy رحمه الله, dan beberapa ulama besar lainnya di Timur Tengah. Selain mengajar di Ma’had As-Sunnah Makassar, beliau juga runtin mengisi kajian di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri, seperti di Malaysia, Jepang, dan Korea. Saat ini beliau dimanahi sebagai pembina beberapa pondok pesantren dan lembaga dakwah, baik yang berada di Sulawesi Selatan maupun yang berada di Jawa. Pada tahun 2021 beliau resmi diangkat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan.

Loading...