Silsilah Aqidah 1: Al-Qawa'idhul Arba'ah - 4 Kaidah Penting dalam Beragama (Ebook & Video)

Apa yang akan kamu dapatkan?

8 Video   
1 Kuis   
1 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Pengajar

Beliau adalah penyusun poin pembahasan dari ebook ini, sekaligus juga sebagai pemateri di video-video pembelajaran ini. Beliau adalah murid dekat dari Syekh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan حفظه الله (Anggota Ulama Besar Arab Saudi), Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy رحمه الله, dan beberapa ulama besar lainnya di Timur Tengah. Selain mengajar di Ma’had As-Sunnah Makassar, beliau juga runtin mengisi kajian di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri, seperti di Malaysia, Jepang, dan Korea. Saat ini beliau dimanahi sebagai pembina beberapa pondok pesantren dan lembaga dakwah, baik yang berada di Sulawesi Selatan maupun yang berada di Jawa. Pada tahun 2021 beliau resmi diangkat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan.

Deskripsi

Setelah mengetahui keindahan Islam dan meyakininya dengan seluruh dalilnya, saatnya Anda harus mengenal pembeda antara Tauhid dan Syirik. Namun bagaimanakah tauhid di kalangan kaum musyrikin dahulu, alasan mereka berbuat syirik, bentuk kesyirikan mereka, dan apakah kesyirikan mereka itu masih ada atau justru semakin beragam dan bertambah parah?

Kitab Al-Qawa’idul Arba’ah karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhâb rahimahullah menjelaskan empat kaidah penting dalam memahami tauhid dan kesyirikan. Kitab ini diawali dengan untaian doa, yang mencerminkan harapan penulis agar umat diberi perlindungan, keberkahan, dan kebahagiaan dalam tiga keadaan: syukur, sabar, dan istighfar. Penulis menegaskan pentingnya memahami tauhid sebagai inti ibadah dan bahaya kesyirikan yang merusak amal serta menjerumuskan pelakunya ke neraka.

Empat kaidah utama yang dijelaskan dalam buku ini: 

1. Pengakuan tauhid rububiyyah kaum musyrikin tidak cukup untuk memasukkan mereka ke dalam Islam. 

2. Penyebab ibadah kepada selain Allah, seperti mencari syafaat dan kedekatan, adalah batil. 

3. Kekafiran kaum musyrikin berakar pada penyembahan selain Allah, tanpa memandang siapa dan kedudukan yang disembah. 

4. Kesyirikan orang-orang belakangan lebih parah dibanding pendahulu mereka. 

Buku ini adalah buku ke-1 dari 5 buku yang dikumpulkan dalam Silsilah Aqidah 1 yang Menyelamatkan dari Api Neraka di Program Kuliah Mafatihul Ilm. 

Detail Buku:
Penulis : Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhâb rahimahullah
Jumlah halaman : 22

Apa yang Anda dapatkan?
1. Ebook Silsilah Aqidah 1: Al-Qawa'idhul Arba'ah
2. Video materi yang menjelaskan secara detail tentang poin-poin pembahasan di ebook ini yang bertabur dengan faedah-faedah indah dari Al-Quran, Sunnah, dan pelajaran berharga dari para salaf tentang 4 Kaidah Penting dalam Beragama.
3. Sertifikat saat Anda telah mengikuti seluruh video materi dari awal hingga akhir dan telah menyelesaikan ujian.

Konten

Pendahuluan

E-Book Diktat Al-Qawaidul Arba'ah
Pendahuluan 1 (Durasi 24:26)
Pendahuluan 2 (Durasi 49:38)

Pendahuluan Penting

Beberapa Pendahuluan Penting 1 (Durasi 40:32)
Beberapa Pendahuluan Penting 2 (Durasi 41:42)

4 Kaidah Dalam Beragama

Kaidah Pertama (Durasi 41:40)
Kaidah Kedua (Durasi 42:30)
Kaidah Ketiga (Durasi 36:51)
Kaidah Keempat (Durasi 28:11)

UJian Akhir Materi

Soal Al-Qawaidul Arba'ah

Lihat Detail

Pemateri

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Pengajar

Beliau adalah penyusun poin pembahasan dari ebook ini, sekaligus juga sebagai pemateri di video-video pembelajaran ini. Beliau adalah murid dekat dari Syekh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan حفظه الله (Anggota Ulama Besar Arab Saudi), Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy رحمه الله, dan beberapa ulama besar lainnya di Timur Tengah. Selain mengajar di Ma’had As-Sunnah Makassar, beliau juga runtin mengisi kajian di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri, seperti di Malaysia, Jepang, dan Korea. Saat ini beliau dimanahi sebagai pembina beberapa pondok pesantren dan lembaga dakwah, baik yang berada di Sulawesi Selatan maupun yang berada di Jawa. Pada tahun 2021 beliau resmi diangkat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan.

Loading...